Kebiasaan Ini Akan Menjauhkan Anda Dari Writer’s Block

Sadar atau tidak, writer’s block tidak menghampiri anda begitu saja. Tapi anda sendiri yang menciptakan kondisi yang tidak produktif itu. Anda sebagai seorang blogger harus mulai membangun kebiasaan tertentu jika ingin menjadi blogger yang produktif.

Writer's block - Ilustrasi

Writer’s block adalah kondisi ketika seorang penulis tidak mampu memikirkan apa yang hendak ia tulis. Momen ini sangat tidak menguntungkan. Tiba-tiba anda menjadi tidak produktif. Namun hanya dengan beberapa kebiasaan ini, anda tidak akan lagi menciptakan writer’s block.

Bergantung pada kebiasaan otomatis

Istilah dari kebiasaan ini adalah muscle memory. Muscle memory adalah kemampuan untuk melakukan sebuah tindakan secara otomatis tanpa melibatkan kesadaran, sebagai dampak dari kebiasaan yang berulang-ulang. Tips ini cukup jelas menyarankan bahwa pada awalnya anda harus melakukan kebiasaan menulis secara berulang-ulang sesering mungkin hingga anda tidak perlu lagi berpikir ketika melakukannya.

Sebagian besar blogger kenyataannya melakukan cara ini. Tapi gagal. Writer’s block tetap saja muncul. Tahukah anda ketika anda gagal melakukan cara ini, berarti anda tidak cukup intens melakukannya? Perlahan namun pasti, apabila anda membangun muscle memory dengan intens anda akan terbebas dari writer’s block karena diri anda telah masuk dalam mode otomatis.

Tentukan dan tepati batas waktu

Buatlah batas waktu untuk diri anda sendiri. Jika anda seorang blogger maka anda bisa saja membuat batas waktu misalnya anda ingin menulis mengenai tips persiapan malam tahun baru. Anda harus menetapkan batas waktu mungkin seminggu sebelum malam tahun baru, tulisan anda harus sudah tayang. Anda harus menepati ini. Karena jika tidak anda akan kehilangan momen dan tulisan anda menjadi tidak berarti.

Menciptakan dan menepati batas waktu ini efektif untuk menghilangkan hadirnya writer’s block. Anda harus cukup sibuk untuk mengejar batas waktu. Pikiran anda harus cukup fokus demi batas waktu anda. Dengan demikian tidak ada tempat dan waktu lagi bagi writer’s block untuk singgah di diri anda.

Istirahatkan pikiran

Apakah saran yang satu ini kontradiktif dengan kedua saran di atas? Tentu saja tidak. Poin yang ketiga ini memberikan saran bagi anda untuk tetap memberikan istirahat bagi pikiran anda. Dengan memberikan istirahat, diharapkan anda akan kembali kepada kegiatan menulis dengan semangat dan kreatifitas penuh.

Beberapa blogger mungkin tidak lagi menjadi produktif pada jam-jam tertentu. Misalnya ada beberapa yang merasa produktif untuk menulis pada jam sarapan. Adapula yang merasa lebih produktif saat jam makan siang. Bahkan mungkin ada yang lebih produktif saat fajar menyingsing.

Cermati jam-jam produktif anda. Setelah anda mengetahui waktu produktif anda, anda dapat memberlakukan jam istirahat bagi pikiran anda. Misalnya anda produktif saat jam sarapan, maka di luar jam sarapan, anda dapat melakukan apapun selain menulis. Mungkin anda dapat ke luar rumah dan bergaul dengan kawan, berolahraga, atau sekadar membaca buku. Esok harinya ketika jam sarapan, anda sudah harus membawa semangat dan kreatifitas penuh untuk dituangkan dalam tulisan anda.

Selalu kembali tanyakan pada diri anda, apa yang membuat anda memutuskan untuk menjadi seorang blogger? Jawabannya mungkin akan segera menyadarkan anda untuk tetap terus berkarya.

Strategi membangun tiga kebiasaan di atas mungkin saja terlihat ringan. Namun akan terasa berat ketika anda mencobanya. Selalu kembali tanyakan pada diri anda, apa yang membuat anda memutuskan untuk menjadi seorang blogger? Jawabannya mungkin akan segera menyadarkan anda untuk tetap terus berkarya. Jika tidak, anda mungkin tidak cukup termotivasi atau bahkan telah keliru dalam menentukan topik blog anda.

Menentukan dengan tepat topik blog anda adalah modal utama bagi anda untuk memulai sebuah blog. Karena apabila anda keliru memilih topik untuk blog anda, kemungkinan besar anda akan berhenti dan blog anda menjadi terbengkalai. Cara ini dapat membantu anda menentukan topik untuk blog anda.

Peminat dan penikmat WordPress, blogging, desain, dan marketing.

Berikan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *