Implementasi JSON-LD. Apa dan Bagaimana? (Bagian I)

Implementasi JSON-LD akan mempermudah mesin pencari untuk mengenal situs anda. Sebelum orang dapat menemukan situs anda melalui hasil pencarian Google, terlebih dahulu Google harus mencari dan mengenal situs anda. Di sini JSON-LD dibutuhkan.

Google harus mengerti dengan pasti identitas situs anda, tentang apakah situs anda, dan identitas pendukung lainnya. Semakin Google mengenal situs anda, semakin besar kemungkinan situs anda muncul pada halaman hasil pencarian. Implementasi JSON-LD dapat memberikan informasi akurat kepada Google tentang situs anda. Meskipun demikian, implementasi JSON-LD masih tetap memiliki kabar baik dan kabar buruk.

Kabar buruknya: tidak ada jaminan situs anda akan tampil ‘lebih kaya’ setelah implementasi JSON-LD. Dan seperti biasa, tidak ada jaminan situs anda akan mengalami peningkatan ranking.

Kabar baiknya: dengan implementasi data terstruktur JSON-LD yang valid, situs anda memiliki potensi yang tidak dimiliki oleh situs lain yang tidak menerapkan data terstruktur. Keuntungan yang paling mendasar adalah mesin pencari mengetahui dengan pasti identitas situs anda beserta data pendukungnya. Hal ini akan berdampak pada kemungkinan tampilnya situs anda dalam format ‘lebih kaya’ di halaman hasil pencarian. Dengan tampil ‘lebih kaya’, situs anda memiliki potensi yang lebih besar untuk dikunjungi.

Latar belakang implementasi JSON-LD

Latar belakang mengapa anda harus menggunakan JSON-LD adalah: manusia harus mendeskripsikan situsnya dengan menggunakan bahasa yang bisa dikenali oleh mesin pencari. Dari waktu ke waktu bahasa ini terus berganti rekomendasi. Google, Bing, Yandex, dan Yahoo! pada akhirnya berkolaborasi untuk membangun sebuah kosakata yang memudahkan sebuah situs mendeskripsikan dirinya pada mesin pencari. Munculah: schema.org.

Kosakata sudah disepakati menggunakan schema.org. Lantas bagaimana menggunakan kosakata tersebut? Ada beberapa cara yaitu menggunakan RDFa, Microdata, dan JSON-LD. Khusus untuk yang terakhir, yaitu JSON-LD, Google memberikan rekomendasi. Inilah mengapa implementasi JSON-LD sebaiknya anda lakukan.

Implementasi JSON-LD - Google merekomendasikan JSON-LD
Klik untuk memperbesar gambar.

Dengan implementasi JSON-LD sebagai sarana data terstruktur, kini anda memiliki dua tugas utama. Menulis untuk manusia (melalui artikel atau isi situs anda) dan menulis untuk mesin pencari (melalui JSON-LD). Demikianlah hingga tahun 2017 ini nampaknya kecanggihan mesin pencari masih terbatas pada bahasa mesin. Meskipun demikian kedua usaha ini akan memberikan keuntungan sepenuhnya bagi manusia. Bukan bagi mesin pencari.

Implementasi JSON-LD - Manfaat schema.org

Dengan implementasi data terstruktur menggunakan JSON-LD, situs anda berkesempatan tampil ‘lebih kaya’ pada halaman hasil pencarian Google. Penampilan ini lebih dikenal dengan nama rich snippet.

Implementasi JSON-LD - Barbuzzo menggunakan data terstruktur untuk usahanya
1: Tampilan hasil pencarian situs yang mengimplementasikan data terstruktur. 2: Tampilan hasil pencarian tanpa data terstruktur.

Lantas bagaimana dengan penerapan meta tag keyword? Lupakan implementasi meta tag keyword. Sejak tahun 2009, Google tidak lagi menggunakan meta tag keyword untuk mendongkrak ranking. Lebih dari itu, Google tidak lagi mengenali identitas situs anda melalui keyword. Dalam cara yang paling minimal, Google menggunakan meta tag ‘description’ untuk mengenali situs anda. Sesuai dengan namanya, meta tag ini hanya memuat deskripsi, bukan data. Dan data adalah yang dibutuhkan oleh mesin pencari.

Implementasi JSON-LD - Meta tag
Meta tag deskripsi dan meta tag title dalam berkas HTML halaman ini.

Mulai implementasi JSON-LD

JavaScript Object Notation for Linked Data atau JSON-LD adalah sebuah metode untuk mengkodekan linked data menggunakan JSON. Pada Juni 2013 JSON-LD mendapatkan rekomendasi dari schema.org sebagai salah satu syntax yang mampu mengekspresikan data terstruktur dalam schema.org. Penjelasan ini mungkin terlalu teknis dan sukar untuk dipahami. Untuk mempermudah, ada baiknya kita lihat secara langsung seperti apa syntax JSON-LD ini.

<head>
...
<script type="application/ld+json">
{
// syntax JSON-LD ada di sini...
}
</script>
...
</head>

Struktur penggunaan JSON-LD cukup jelas dan sederhana. JSON-LD diletakkan pada <head> dan selalu diawali dengan <script type="application/ld+json"> diikuti dengan {.

Sekarang syntax di atas harus memuat pernyataan yang memerintah browser untuk menggunakan schema.org sebagai referensi kosakata. Maka anda perlu menambahkan @context. Syntax akan menjadi:

<head>
...
<script type="application/ld+json">
{
"@context": "http://schema.org",
}
</script>
...
</head>

Selanjutnya anda dapat memanfaatkan JSON-LD ini untuk mendeskripsikan usaha anda dengan lebih spesifik di mata mesin pencari. Ambil contoh misalnya usaha anda adalah sebuah restoran yang menjual Nasi Pecel. Pertama nyatakan tipe usaha anda dengan @type, selanjutnya nyatakan nama produk anda dengan name. Untuk lebih mudah lagi menjelaskan produk anda, anda dapat menggunakan description. Masih ingin lebih detail lagi? Anda dapat memasukkan alamat usaha anda dengan address.

Demikian seterusnya anda dapat menyatakan identitas usaha anda dengan jelas, valid, dan detail kepada mesin pencari. Ini sangat menguntungkan bagi strategi SEO anda. Syntax JSON-LD anda mungkin akan terlihat seperti:

<script type="application/ld+json">
{
"@context": "http://schema.org",
"@type": "Restaurant",
"name": "Warung Makmur Spesial Nasi Pecel",
"description": "Nasi pecel paling enak di Indonesia",
"address": {
"@type": "PostalAddress",
"addressLocality": "Semarang, Indonesia",
"streetAddress": "Jalan Sukun II/38"
},
"telephone": "+434546546445",
"menu": "https://www.warungmakmur.com/menu"
}
</script>

Semua properti dari syntax JSON-LD dapat anda lihat secara lengkap di schema.org. Setelah skrip anda jadi, anda sebaiknya melakukan validasi atau tes di Google.

Tantangan implementasi akhir JSON-LD

Setelah skrip JSON-LD anda jadi, lantas bagaimana dan di mana meletakkan skrip ini di situs web anda? Meletakkan skrip JSON-LD di situs HTML statis dapat dilakukan dengan sangat mudah. Anda tinggal menempel skrip anda pada bagian <head>. Selesai.

Masalah muncul (bagi beberapa orang) ketika anda harus implementasikan JSON-LD pada situs dinamis yang menggunakan PHP. Anda memerlukan akses ke server serta melakukan editing pada file PHP. Sedikit kesalahan dapat membuat situs anda berantakan dan bahkan tidak bisa diakses.

Lebih beruntung apabila anda menggunakan CMS WordPress sebagai tulang punggung situs anda. Cara manual dan cara otomatis dapat anda lakukan. Untuk cara manual, pada dasarnya anda harus membuat file PHP yang memuat JSON-LD dan membuat perintah pada header.php untuk memanggil skrip JSON-LD manakala dibutuhkan.Untuk implementasi JSON-LD secara otomatis, anda dapat langsung menggunakan plugin tanpa anda harus menyentuh kode sedikitpun.

Implementasi JSON-LD Menggunakan Plugin

Plugin yang sering saya pakai yang menurut saya cukup sederhana adalah: Markup (JSON-LD) structured in schema.org. Plugin ini cukup sederhana karena plugin ini telah menyediakan beberapa pilihan properti yang dapat anda isikan secara langsung seperti mengisi sebuah formulir.

Setelah anda implementasikan JSON-LD sekarang saatnya bagi anda untuk bersantai sambil menunggu Google melakukan indeks ulang pada situs anda. Waktu tunggu ini dapat berlangsung selama beberapa bulan.

Jika untuk beberapa waktu situs anda tidak juga tampil ‘lebih kaya’ di halaman pencarian Google, maka anda perhatikan beberapa penyebab yang mungkin sesuai dengan kasus anda:

  1. Data terstruktur yang anda implementasikan melalui JSON-LD tidak mencerminkan konten situs anda secara benar. Untuk itu Google dapat menganggap situs anda memberikan keterangan palsu.
  2. Skrip JSON-LD anda tidak valid. Gunakan alat test yang disediakan oleh Google sebaik mungkin untuk validasi skrip anda.

Implementasi data terstruktur, melalui JSON-LD, merupakan satu langkah maju bagi dunia internet. Dengan data terstruktur ini, mesin pencari dapat menampilkan hasil pencarian yang disertai dengan data yang valid. Penerapan data terstruktur ini dapat membantu mencegah berkembangnya situs yang bersifat spam dan menjerumuskan. Di kemudian hari, kemungkinan penerapan data terstruktur ini akan lebih mudah dilakukan oleh pengelola situs web.

Apa yang akan terjadi jika anda tidak melakukan implementasi JSON-LD pada situs anda? Seperti yang sudah dijelaskan di awal tulisan, Google tetap akan mengindeks situs anda seperti biasanya. Hanya saja Google tidak memahami sepenuhnya tentang situs anda. Google menampilkan situs anda di halaman pencarian hanya berdasarkan string yang sesuai yang termuat dalam tag tertentu seperti title tag dan description tag. Dan hasil ini ditampilkan dengan cara biasa: dereten hyperlink berwarna biru.

Peminat dan penikmat WordPress, blogging, desain, dan marketing.

Berikan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *