Gutenberg Untuk WordPress. Selamat Datang Era Baru!

Anda pasti sedikit banyak sudah mengenal Wix. Wix adalah website builder yang menawarkan konsep drag and drop. Wix memiliki user interface yang ‘bersih’ dan mudah digunakan. Satu poin yang terlalu penting untuk tidak dimiliki oleh WordPress.

Interface Wix. Sumber: www.webbuildersguide.com
Interface Wix yang ‘bersih’ dan mudah digunakan oleh orang awam. Gambar oleh: www.webbuildersguide.com

Gutenberg untuk WordPress seperti memiliki latar belakang tersendiri. Dengan mengesampingkan kelemahannya, jelas Wix memiliki tingkat kemudahan pakai yang lebih baik dibanding CMS dari WordPress.org. Orang menyukai Wix karena mudah digunakan. Sedangkan WordPress? Bahkan tidak jarang klien meminta saya untuk membuatkan mereka sebuah ‘user manual’ bagi website mereka yang saya bangun menggunakan WordPress.

Dengan stigma yang disandang WordPress sebagai CMS yang terlalu ‘teknis’, di sini Wix seperti mengambil peluang. Wix menawarkan website builder dengan konsep drag and drop. Dan orang mulai menggunakan Wix.

Kabar buruk bagi WordPress, Wix hanyalah satu dari banyak pilihan website builder berkonsep drag and drop. Dengan kehadiran konsep ini, orang-orang mulai masuk ke dalam era serba mudah dalam membangun website. Untuk membuat sebuah website, anda dapat melakukannya dengan cara drag and drop. No coding, no technical jargon, only great results!

WordPress di sisi lain, masih menyandang beban sebagai CMS kelas wahid yang konon ‘sulit’ dioperasikan oleh awam. Tidak ada cara lain bagi WordPress untuk tetap mempertahankan statusnya (sebagai CMS kelas wahid, bukan sebagai CMS yang ‘rumit’) selain melakukan perubahan mengikuti arah pasar.

Munculah proyek Gutenberg untuk WordPress!

Berkenalan Dengan Gutenberg Untuk WordPress

Apa itu Gutenberg? Gutenberg adalah nama dari sebuah proyek untuk menciptakan sebuah pengalaman baru editing dalam WordPress. Tujuannya adalah untuk memberikan pengalaman dalam membuat posting baru dan editing halaman yang mudah bagi siapapun. Ini dimulai dengan cara: Editor baru ini akan memberikan pengalaman membuat halaman dan posting semudah mungkin, editor ini juga memiliki ‘blocks’ yang mempermudah di mana sejauh ini hanya bisa dicapai dengan shortcodes, HTML tersuai, dan cara-cara khusus lain.

Tersirat jelas kata kunci proyek Gutenberg untuk WordPress ini adalah: mudah bagi siapapun. Bukan hanya mudah bagi web developer, tetapi mudah bagi siapapun.

Mencoba Menggunakan Gutenberg

Gutenberg akan menjadi editor resmi bawaan WordPress bersamaan dengan dirilisnya WordPress versi 5.0 di tahun 2018 ini. Editor lama yang sekarang akan bergeser statusnya menjadi plugin dengan nama Classic Editor.

Anda bisa saja mencoba menggunakan Gutenberg sebelum peluncuran resminya sebagai editor default WordPress. Hingga tiba saatnya rilis versi 5.0, Gutenberg untuk WordPress ini tersedia sebagai plugin. Cara menginstal sama seperti plugin pada umumnya. Instal lalu aktifkan. Sejak anda aktifkan, maka Gutenberg menjadi editor default WordPress anda.

Sekedar untuk mencoba, anda dapat mengoperasikan Gutenberg dalam demo. Setelah anda aktifkan Gutenberg, lihat pada menu bar dasbor sebelah kiri. Sorot dan klik menu Gutenberg.

Gutenberg ready
Menu Gutenberg muncul setelah Gutenberg diaktifkan.

Dan kini ketika anda akan membuat halaman atau posting baru, Gutenberg akan menjadi editor anda, bukan lagi editor lama (yang kini disebut Classic Editor).

Gutenberg untuk WordPress
Halaman editor baru menggunakan Gutenberg.

 

Gutenberg untuk WordPress
Di editor Gutenberg, anda dapat menambahkan galeri dalam format yang mudah diatur.

 

Gutenberg untuk WordPress
Anda dapat menambahkan video dengan mudah di Gutenberg.

 

Gutenberg untuk WordPress
Tombol juga dapat ditambahkan dengan mudah di editor Gutenberg.

Tidak Ingin Menggunakan Gutenberg?

Nampaknya banyak pula pengguna WordPress yang tidak atau belum ingin menggunakan Gutenberg. Saya pribadi juga belum ingin menggunakan Gutenberg. Satu kekurangan yang nampak oleh saya sejauh ini adalah disintegrasi antara Gutenberg dengan plugin lain. Dan tentu saja editor Gutenberg ini masih sama seperti Classic Editor, yaitu tidak WYSIWYG dalam hal format dan typography.

Gutenberg untuk WordPress
Hingga artikel ini ditulis, Gutenberg memiliki review yang terbilang buruk.

 

Disintegrasi Gutenberg
Disintegrasi Gutenberg. Lingkaran merah memperlihatkan plugin-plugin dan bagian-bagian yang sejauh ini tidak terintegrasi dengan Gutenberg. UPDATE: Elementor telah terintegrasi dengan Gutenberg.

 

Untuk kembali ke Classic Editor setelah anda mengaktifkan Gutenberg adalah langkah yang mudah. Proyek Gutenberg, setelah mendengar banyak permintaan dari pengguna WordPress untuk mempermudah cara kembali ke editor lama, menyediakan tautan: Classic Editor di bawah daftar tiap posting dan halaman. Dengan klik tautan ini, maka anda akan melakukan editing dengan Classic Editor.

Kembali menggunakan Classic Editor
Anda dapat memilih menggunakan Classic Editor kapan saja.

 

Dari Classic Editorke Gutenberg
Sayangnya ketika anda mengedit post atau page yang awalnya dibuat di Classic Editor menggunakan Gutenberg, maka seluruh konten akan dianggap sebagai satu block dan membawa pula TinyMCE.

 

Gutenberg di Masa Mendatang

Proyek Gutenberg memiliki tiga langkah besar:

Langkah 1: Fokus pada proses sunting yang mudah dan menarik secara visual dengan menjadi editor default pada WordPress 5.0 mendatang.

Langkah 2: Fokus pada proses sunting halaman dan theme.

Langkah 3: Fokus pada proses sunting seluruh website secara penuh.

Langkah pertama dijadwalkan rampung pada tahun 2018. Sedangkan langkah berikutnya akan dilaksanakan pada tahun 2019.

Gutenberg memberi pondasi penting bagi evolusi WordPress sebagai CMS paling populer sejauh ini. Evolusi ini jelas menuju pada efisiensi dan tingkat kemudahan pakai yang signifikan. Ribuan plugin, theme, dan bahkan penggunanya, suka tidak suka harus ikut berevolusi bersama WordPress. Pada akhirnya orang awam mampu membangun website WordPress dengan tingkat kemudahan luar biasa hingga ketergantungannya terhadap seorang web developer akan menurun drastis. Siapa tahu.

Selamat berkarya!

Peminat dan penikmat WordPress, blogging, desain, dan marketing.

Berikan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *