Gaya Desain Flat Sebagai Produk Evolusi Desain

Dari seolah-olah 3 dimensi ke desain datar atau flat adalah contoh nyata evolusi desain yang mengarah pada bentuk paling mendasar dan efisien.

Elemen desain grafis yang nampak datar (flat) semakin luas digunakan. Seperti  yang telah kita ketahui, Microsoft sejak merilis Windows 8 sudah menggunakan gaya desain flat. Mereka memberinya nama: Metro Design. Gaya desain lama yang penuh ornamen dan tampilan seolah-olah 3 dimensi sudah ditinggalkan. Dan sebaiknya memang sudah menjadi masa lalu.

mogamogaku.com/blog - Windows 10 Metro Design - Desain Flat
Screenshot program menu pada Windows 10

Desain flat ini sebenarnya bukan hanya hasil tren semata. Namun lebih dari itu, sesungguhnya gaya desain ini lahir dari proses evolusi desain. Evolusi desain ini selalu mengarah pada kemampuan sebuah desain dalam menyampaikan sebuah pesan dengan cara yang paling efisien. Sekarang ini, hal itulah yang kurang lebih sudah dicapai dengan kemunculan gaya desain flat.

Desain elemen seolah-olah 3D hanya ‘hiasan’ semata

Karena evolusi desain menuju ke arah yang paling efisien, maka semua yang hanya nampak seolah-olah, akan punah. Kita masih ingat pada tahun 90an hingga 2000an misalnya, kemunculan elemen desain yang seolah-olah 3 dimensi sangat mencengangkan. Hampir semua elemen desain mengadopsi gaya yang hanya bersifat seolah-olah. Bahkan sebuah feature phone dengan layar plasma pun tak mau ketinggalan menampilkan elemen desain yang seolah-olah 3 dimensi. Semua ini hanya untuk hiasan semata.

Langkah Microsoft dengan Metro Design

Waktu terus berlalu dan memberi pelajaran akan pentingnya efisiensi. Windows (sejak versi 8) dengan gaya desain flat nya, seolah menyeruak dari keriuhan dunia desain yang hanya bersifat seolah-olah. Windows 8 memaksa dirinya muncul dengan desain yang mendekati dasar. Respon publik beraneka macam. Lepas dari pro dan kontra keberanian Microsoft dengan Metro Design nya ini memberi angin segar bagi desainer sejati yang sedang dalam pencarian sejati pula akan makna sebuah desain.

mogamogaku.com/blog - Promosi oleh Microsoft atas Metro Design Language - Desain Flat
Promo dari Microsoft atas kemunculan Metro Design Language. Sumber: Wikipedia

Mengapa demikian? Karena sia-sia belaka membuat sebuah rancangan desain yang rumit yang pada akhirnya hanya bersifat seolah-olah. Jika dibutuhkan sebuah kotak berwarna merah dengan tulisan NO di atasnya, maka cukup berikan kota berwarna merah dengan tulisan NO di atasnya. Lebih dari itu, sebenarnya hanya pemborosan. Mengurangi pemborosan adalah tindakan yang benar.

Ke mana setelah gaya desain flat?

Karena arah evolusi desain ini adalah back to basic, maka nampaknya di masa mendatang, elemen desain akan mengalami banyak sekali pengurangan warna dan bentuk. Lebih ekstrim lagi, mungkin semuanya akan bersifat seragam secara global. Semua elemen-elemen dasar, selain identitas sebuah entitas, mungkin akan memiliki wujud yang sama di seluruh pelosok.

Berbicara soal desainer dan evolusi desain, seperti melihat seorang anak kecil yang sedang mengeksplor sekotak mainan baru. Sesudahnya, hanya akan tersisa mainan favorit yang kadangkala hanya sebatang crayon.

Lalu bagaimana dengan font? Masihkah kita bimbang menentukan pilihan antara serif atau san serif?

Selamat berkarya.

Peminat dan penikmat WordPress, blogging, desain, dan marketing.

Berikan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *